Minggu, 18 Maret 2012

Wawasaan..

 
PERAN ASURANSI KESEHATAN DALAM BENCHMARKING RUMAH SAKIT DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI

Sejak pertengahan tahun 1997 Indonesia di landa krisis moneter yang pada saat ini telah berkembang menjadi krisis ekonomi serta berbagai krisis lainnya yang berpengaruh pada berbagai aspek hidup dan kehidupan bangsa. Tercatat sebagai krisis moneter atau krisis ekonomi tersebut, yang penyebab pertamanya tidak lain adalah karena terpuruknya tukar rupiah terhadap dolar. Tidak kurang sekitar 49,5 juta jiwa atau sekitar 24,2 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia pada saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.
     Pelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dan yang preventif mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit agar terhindar dari penyakit. Sebab itu pelayanan kesehatan masyarakat itu tidak hanya tertuju pada pengobatan individu yang sedang sakit saja, tetapi yang lebih penting adalah upayaupaya pencegahan (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif). Sehingga, bentuk pelayanan kesehatan bukan hanya puskesmas atau balkesma saja, tetapi juga bentuk-bentuk kegiatan lain, baik yang langsung kepada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, maupun yang secara tidak langsung
berpengaruh  kepada peningkatan kesehatan.Bentuk-bentuk pelayanan kesehatan tersebut antara lain berupa Posyandu,dana sehat, polindes (poliklinik desa), pos obat desa (POD), pengembangan masyarakat atau community development, perbaikan sanitasi lingkungan, upaya peningkatan pendapatan (income generating) dan sebagainya  Peran swasta, khususnya LSM dalam pelayanan kesehatan masyarakat ini sangat besar. Saat ini LSM yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan atau paling tidak mengupayakan dana bagi penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat sudah cukup banyak. LSM semacam ini yang terdapat di Departemen Kesehatan saja mencapai sekitar 150. Lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut
dapat dikategorikan mejadi 5 kelompok yaitu :
1. Kelompok organisasi profesi kesehatan. Misalnya IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan
Masyarakat), HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan), IDI (Ikatan Dokter Indoneia) dan sebagainya.
2. Kelompok organisasi yang bidang kegiatannya kesehatan. Misalnya Pilkesi Perdhaki, PKBI, Yayasan Kusuma Buana,dan lain-lain.
3. Kelompok organisasi yang salah satu kegiatannya kesehatan. Yaitu Yayasan Dharmais, YLKI, Yayasan Indonesia Sejahtera (YIS) Yayasan Bina Swadaya,Fatayat NU, Muhammadiyah, dan sebagainya.
4. Kelompok organisasi kesehatan tradisional. Misalnya Persatuan AkupunturIndonesia, Kelompok Pencinta Pengobatan Tradisional Indonesia, YayasanPengelola Obat Tradisional dan sebagainya.
5. Kelompok organisasi swadaya masyarakat internasinal. Misalnya World Vision International, Care, He

Tidak ada komentar:

Posting Komentar